![]() |
Sumber: Google |
Assalamu’alaikum
wr.wb teman-teman semua. Udah lama enggak posting nih, maklum sejak gunung
kelud meletus beberapa waktu yang lalu sibuk terus. Sekalinya ada waktu, eee
setan lebih hebat dalam menggoda untuk tidak melakukan apa-apa, jadi ya gitu
deh... -_-
Teman-teman semua
pasti punya mimpi kan? Mimpi adalah sesuatu yang sangat mudah, tanpa perlu
mengeluarkan tenaga dan biaya, semua orang tentu bisa bermimpi. Tapi apakah
teman-teman yakin bahwa mimpi itu akan menjadi kenyataan? Sebagian orang ada
yang berfikir bahwa tidak mungkin mimpinya dapat terwujud. Orang-orang ini
beranggapan, dalam kondisinya yang seperti sekarang ini merasa mustahil untuk
menggapai mimpi. Misalnya karena keadaan finansialnya lemah namun bermimpi
ingin punya pulau pribadi. Tapi benarkah seperti itu?
Perlu diketahui,
manusia diciptakan disertai dengan otak yang memiliki bermilyar-milyar sel yang
memili kemampuan yang luar biasa dalam mengolah informasi. Otak manusia juga
memiliki kemampuan multitasking yang luar biasa, melebihi kemampuan smartphone
tercanggih yang ada di muka bumi. Dan yang terpenting adalah belum ada tekhnologi yang mampu membuat
duplikat otak. Hehe.. Dengan
kemampuan otak yang sangat luar biasa itu, rasanya kita tidak bersyukur jika
tidak digunakan untuk berfikir mengatasi masalah yang ada. Berfikir dalam
konsteks ini tidak hanya dalam hal exact, tetapi juga di dalam kehidupan.
Seperti pada kasus diatas, orang yang bersyukur akan berfikir bagaimana caranya agar impiannya
bisa tercapai. Nah, setidaknya dengan berfikir kita sudah memulai langkah
pertama. Lalu selanjutnya adalah realisasi dari hasil pemikiran tersebut,
karena jika hanya dipikir enggak akan jadi dan malah semakin ruwet. Ketika kita
merealisasikan hasil pemikiran itu, maka akan timbul pula masalah-masalah yang lainnya.
Masalah ini harus dihadapi dan difikirkan lagi solusinya. (setelah
dipikir-pikir, ternyata mikir sekali itu bikin terus mikir ya :p) Tahap
realisasi ini adalah tahap terpenting, karena jika hanya dipikir, tidak akan
ada hasilnya.
Sebagai contoh,
kita ingin membeli sesuatu namun tidak punya uang. Jika orang yang tidak biasa
berfikir maka kan cenderung mengambil tidakan yang pragmatis, misalnya hutang. Padahal
hutang tidaklah menyelesaikan masalah, hanya akan menambah masalah. Atau yang
lebih parah adalah hanya diam sambil meratapi keadaan. Lalu bagaiman
seharusnya? Disinilah otak berperan. Bagaimana caranya untuk mendapatkan uang
dengan cara yang halal. Setelah semedi, akhirnya otak mendapatkan wangsit untuk
jualan, berfikir lagi jualan apa, modal gimana, dll. Nah, jika kita hanya
terjebak pada tahap ini, tanpa pernah mau mencoba untuk action, maka ya enggak
akan ada perkembangan. Tanpa adanya action kita tidak akan pernah menghadapi
masalah real-nya dilapangan. Tanpa menghadapi masalah, masalah itu tidak akan
pernah selesai dan akhirnya masalah utama juga tidak selesai.
Semua tekhnologi
yang ada saat ini, semua berawaldari mimpi. Dan banyak selaki orang hebat yang
berasal dari golongan biasa atau bahkan kurang mampu. Mereka bukan karena
beruntung, tapi mereka berfikir untuk dapat keluar dari masalah yang
dihadapinya. Juragan
Microsoft pernah berkata. “If you born poor, it’s not your mistake. But if you
die poor it’s your mistake”. Last, jika ada impian yang seakan sulit untuk
dicapai itu bukan karena tidak bisa melainkan kita yang enggan untuk berfikir. –Erwin
S. Prihandhika-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar